04.17.08
Golkar dan PDIP kalah lagi


Dari hasil dua pemilihan gubernur terakhir yaitu di Jawa Barat dan Sumatera Utara cagub yang diusung partai besar sekelas Golkar dan PDIP kalah. Di Jawa Barat, HADE (Heryawan dan Dede Yusuf) yang diusung oleh PAN dan PKS mengungguli dua cagub lainnya yang diusung Golkar dan PDIP. Hari ini di Sumatera Utara, pasangan cagub (Syamsul Arifin dan Gatot P.) yang diusung PKS, PPP, dan PBB menurut hasil quick count LSI dan JPI unggul atas empat pasangan cagub lainnya termasuk cagub dari Golkar dan PDIP dengan kisaran prosentase suara 27-29 persen.
Kalau kita lihat ke belakang pada waktu pemilihan gubernur DKI Jakarta, calon yang diusung PKS tanpa koalisi dengan partai lain (Adang & Dani) meskipun kalah dari Bang Foke (Fauzi Bowo) yang diusung seabrek parpol prosentase kekalahannya sangat tipis tidak sampai 7 persen.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan politik sekarang sudah mulai bergeser, kepercayaan masyarakat pada parpol besar yang mendominasi legislatif sudah mulai turun. Masyarakat Jawa Barat dan Sumatera Utara menunjukkan keinginannya untuk memilih pemimpin-pemimpin baru yang masih muda dan fresh dalam pemerintahan. Tentu harapannya adalah pemimpin-pemimpin baru ini bisa mendorong angin perubahan ke arah yang lebih baik apalagi sekarang sebagian besar rakyat masih dalam kondisi terpuruk secara ekonomi. Perut tidak bisa bohong!
Tamparan keras ini harusnya bisa menjadi pelajaran bagi partai-partai besar untuk introspeksi dan mengevaluasi performance masing-masing apakah sudah selaras dengan keinginan rakyat atau belum. Selama mereka masih mementingkan perut sendiri dibanding perut rakyat, suara rakyat akan semakin berpaling untuk mencari pemimpin-pemimpin baru yang bersih dari segala macam permainan politik kotor.
Sebentar lagi ada pemilihan gubernur Jawa Timur, apakah cagub muda dari parpol kecil juga menjadi pilihan masyarakat jatim? Kita lihat saja nanti….